Jalan Panjang

Genap satu tahun,
impian dan cita-cita itu kita tuliskan bersama
satu demi satu ia mulai terlihat merekah
ia mulai terwujudkan

bersama angan-angan kita yang tak berbatas
bersama tekad dan semangat kita yang terus membara
bersama perjuangan dan usaha kita yang tak kenal kata lelah
bersama jalan terjal yang tak henti menguatkan kita

Yaa Rabbi
izinkanlah kami mewujdkan semua mimpi mimpi kami
demi kemajuan agama Mu
demi dakwah ini

Yaa Muqallibal Quluub..
Ridhoi lah
Ridhoi lah hati-hati kami yang terpaut ini
jagalah hati-hati kami selalu Yaa Rabb
jagalah agar tetap pada naunganMu
pada lindunganMu
didalam lingkaran dakwah Mu selalu

hingga Engkau lah yang kelak memutuskan segalanya
maka satukanlah kami kembali kelak yaa Rabb
satukanlah kami kembali di waktu dan tempat yang Engkau ridhoi
pada ikatan sakral nan suci

hingga saat itu tiba,
izinkan aku yaa Rabb,
izinkan aku
tetap menunggunya disini,
sembari terus memantaskan diriku
agar pantas bersanding dengannya

didalam semua impian kami
satu yang kami cita citakan paling tinggi
yaitu dapat bersama selalu dengan seizin Mu
di dunia
maupun di syurga firdausy Mu kelak

terakhir,
ridhoi jalan kami selalu Yaa Rabb
kami bertekad untuk membersamai dakwah Mu terlebih dahulu
sebelum kami membersamai satu sama lain.

Abdirrohman Al-Madani, will you?

IMG_20160618_100250IMG_20160618_095647

Advertisements

Singkat Penuh Makna

Maha suci Allah yang tahu isi hati ini,
Aku sangat berterimakasih, aku bersyukur kepadaNya. Ia yang telah mengingatkan ku kembali akan kau.
Kamu yang dahulu aku relakan, aku lepas, aku ikhlaskan, ternyata Allah tak menghilangkan rasa itu begitu saja, aku terharu ternyata Ia masih menyimpan perasaan itu, dan dengan kuasaNya, Ia ingatkan perasaan itu kembali pada langkah hijrah ku yg masih sangat sangat goyah.

Hingga akhirnya aku sampai pada titik ini. Aku malu padaNya. Baru pada titik inilah aku sadar bahwa Ia bukan lah dengan begitu saja mengingatkan ku akan kamu. Aku baru sadar bahwa Allah justru ingin menguji proses hijrah ku dengan adanya kamu.

Sungguh. Allah Maha sebaik baik pembuat rencana.

Namun akulah yang bodoh, aku lah yg sangat bodoh. Aku yang malah menyalah gunakan rasa ini dengan nafsu. Allah mungkin sedih melihatku. Bahkan aku yang tahu ini salah pun, masih sering menolak bahwa ini salah. Hingga akhirnya kita aku, sampai pada titik ini.

Aku malu pada Allah,
Mungkin pada akhirnya Ia lelah melihatku yang tak kunjung sadar, juga Ia yang terlalu sayang padaku, hingga akhirnya kamu lah yg memutuskan mengakhiri lebih dulu.

Maaf ya Allah, maaf ya Dih.
Dan terimakasih pada akhirnya kau yang mengakhirinya.


Aku bersyukur dan juga sedih. Kenapa itu harus kamu yang menjadi penguji diri ini? Kamu terlalu tinggi derajatnya untuk menguji diri yang begitu rendah ini. Namun ternyata memang hanya kau yang dapat membuka mataku.

My Life has been really really changed since I found you.
Kau yang paling tahu bagaimana aku berusaha keluar dari dunia ku yang kelabu,
kau yang membuka mata ku bahwa dunia ini sangatlah berwarna. Jauh berbeda dari apa yg aku lihat dahulu.
Kau juga yg memperlihatkan padaku bahwa dunia ini juga jahat, dunia ini begitu kejam.
Sering kali aku ingin mundur, namun kau meyakinkan kembali, agar aku harus terus berjalan,
kalau perlu, kita lari bukan?

Sungguh perjalanan itu begitu terjal.
Aku terkadang aneh, kenapa aku bisa sampai pada titik ini? Mengapa aku bisa sebegitu kuat nya ya?
Jujur deh, kamu sebenarnya manusia apa malaikat sih?

Doa yangg sempat aku panjatkan adalah semoga ini tetesan air mata yg terakhir karena kesalahan hati.

Abdirrohman Al-Madani, izinkan aku melepasmu, merelakanmu, dan mengikhlaskanmu satu kali ini lagi.

Haha baru sadar, kok aku yg dulu hati nya masih rombeng banget soal cinta, kenapa bisa kepikiran buat melepaskan perasaan itu ya, kalau diinget inget dulu kenapa ngga aku kejar aja ya. Aneh tapi nyata, kayak udah bener bener Allah memulai rencana ini bukan dari tepat satu tahun yg lalu. Tapi dari kesadaran hati ku bertahun tahun lalu untuk mengikhlaskan mu itu.

Rasanya berat, tapi ringan. Gimana itu ya?
Kayak ada yg bantu buat lepas, kayak bener bener emang tinggal dari aku nya aja gitu ya

Kamu berpesan, agar aku tak usah segan bertanya kabar.
Aku jawab, Mungkin itu gunanya doa. Itu gunanya firasat bukan? Aku berdoa semoga dari manapun dan kapanpun itu aku bisa dapat kabar tentang dirimu selalu.


Kamu tahu? dahulu sekali, aku sempat memandang mu sembari berfikir,

“nanti siapa ya yang bakal jadi istri dia? Orang kayak apa ya? Orang sehebat, secantik, sesempurna apa ya yg nanti akan terlihat cocok bersanding sama orang kayak dia?”

Tak pernah terbayang diri ini bisa sebanding dengamu. Tapi mungkin, kalau aku memperbaiki diri lagi dan terus, kelak bisa kali ya sedikit mah terlihat cocok gitu ya?? 🙂

Izinkan aku.
Aku ingin jadi orang yang paling beruntung itu Dih.
Ini seberkas khayalan dan mimpi yang ingin aku ubah menjadi doa dan usaha.

Kau juga sempat memberiku petuah, “Satu syarat jadi istri abdih mah dia yg berani gadaikan kehidupan nya yg fana utk dakwah dan abdih :)”


Aku yang selalu cerewet dalam berpesan kepadamu, agar kau jaga kesehatan, kau yang jarang sakit jangan sampe sakit! Jangan ambekan aja wleee, jangan sensian. Tetap jadi orang tersabar yg pernah saya temui ya, yang tak pernah redup senyum dan tawa nya.

Kau pun berpesan, “Iyaaah ndaaaa nida juga terus kan perjuangaan yaah lanjutkan hidup yg singkat ini dengan penuh maknaaaa. Nida juga yah jgn gampang nangis wkwkwk jgn suka sakit ih hidup ini singkat loh. Hehehe doa abdih itu kau wanita terakhir yg didekati abdih ndaaa :)”


Abdirrohman Al-Madani, tak terhingga ucapan terimakasih dan maaf ku ini untuk mu. Akan apa yang telah engkau bagi dan ajarkan di waktu yg sangat singkat ini.
Aku takkan henti mendoakan mu. Aku tak kan henti memohon untuk keselamatan, kesehatan, dan semangat yg semoga selalu bersamamu kapanpun dan dimanapun itu.

Hanya Allah yg tahu betapa berartinya kamu dih.

Selamat berjuang Abdirrohman,

Selamat berjuang ya mujahid.

Jalan kita, masih sangatlah panjang. 


Dan percakapan kita berakhir disini. Salam mu yang begitu menandakan keikhlasan.

Okelaaah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙂

Wa’alaikumsalam warahmatullahhi wabarakatuh, selamat bertemu lagi kelak Abdirrohman, tunggu aku dan perubahan ku ini ya! Jangan pernah berhenti bersinar, my only one sunshine! 

Dadaahhh 🙂

Iyaaaah ndaaaaaa akan kutunggu segala kesuksesan mu, kau pun jangan pernah berhenti jadi sumber perubahan, shinyy 

Dadaaaah :):):)

Senja dan Kau

Entah mengapa,
Aku selalu jatuh cinta pada setiap potret senja dan laut yang kau tangkap
Terlihat ratusan kali lebih indah menurutku
Potret itu selalu terasa seperti ada hati yang merekah dan senyum yang indah dibaliknya
Yang selalu dapat mebuncahkan rindu kepada senja, deburan ombak, dan kau.

image

Dari Ia yang Penuh Kehangatan

Kupinang engkau dengan Al-Qur’an
Kokoh suci ikatan cinta
Kutambatkan penuh marhamah
Arungi bersama samudra dunia

Jika terhempas di lautan duka
Tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
Jika berlayar di sukacita
Ingatlah tuk selalu syukur padaNya

Hadapi gelombang ujian
Sabarlah tegar tawakal
Arungi samudra kehidupan
Ingatlah syukur pada-Nya

Diantara embun pagi
Dari hangatnya sang mentari,

7 Mei 2016

Melangitkan Doa

Aku mencintaimu..
Aku menyayangimu..
Aku mendoakanmu..
Aku mengagumimu..
Aku memperhatikanmu..
Aku menerimamu..
Aku mendukungmu.

Semua yang terbaik kuberikan untuk kamu. ada yang ingin kamu dengar lagi selain itu? jika ada, mungkin yang ingin kamu dengar adalah aku mau menjadi teman hidupmu.

kamu memiliki ribuan kekurangan, aku tahu itu. tapi tahukah jika kamu memiliki jutaan kelebihan yang selalu kubanggakan? kepada dunia seluruh kehebatanmu kuperkenalkan. dan satu hal yang paling membuatku bangga memilikimu. meski kamu memiliki jutaan karya yang dibanggakan di depan jutaan orang, kamu tetap setia pada satu perempuan – aku.

kamu tahu aku tak sehebat perempuan-perempuan hebat di luar sana. aku tidak cantik, aku belum memiliki banyak bekal ilmu, tetapi di luar kemungkinan yang jauh lebih hebat dari aku, kamu tetap memilihku. bagaimana bisa aku tidak bangga memilikimu?

kamu terlalu sempurna. atau adakah kata hebat yang memiliki arti lebih dari sempurna? jika ada, aku akan menyematkan itu untukmu.

kamu selalu membuatku percaya. jika cinta yang dilangitkan bersama doa, suatu hari ia akan menemukan keajaibannya. kamu selalu mengingatkan, jika di antara kita tidak perlu menumbuhkan rasa khawatir yang berlebihan. karena seluruhnya telah Tuhan aturkan, dan tugas kita hanyalah berjuang untuk direstukan.

sebelum aku kehabisan kata-kata. aku akan mengakhirinya dengan ini. aku akan mencintaimu dengan tenang, meski menujumu harus sejauh bintang. dan atas apa yang kita namakan masa depan, semoga ketika berjuang kita tak menemukan batas kelelahan.

@tausiyahku_
Kontribusi oleh @yiimaaa

Aku Bersama Doaku, Kau Bersama Doamu, dan Kita Bersama Tuhan.

Aku tidak tahu, kira-kira apa yang membuatku jatuh cinta kepadamu, pun aku juga tidak tahu apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku. aku tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku saat ini. satu yang pasti, bersamamu aku benar-benar menemukan sebenar-benarnya aku.

Saat ini, kita tidak berdekatan pun juga tidak berjauhan. kita ada dalam batas yang pas untuk saling mencintai. aku bersama doaku, kau bersama doamu, dan kita bersama Tuhan.

Kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita perjuangkan saat ini. jangan sampai salah satu dari kita kehilangan itu. karena mungkin saja ketika kita kehilangan kesabaran, kita akan benar-benar kehilangan kita.

Tujuan yang mungkin sulit dicapai pasti kita akan sampai, asal kita tetap bersama dan yakin. ingatlah, akan ada hal baru, rencana baru, mimpi-mimpi baru sesampainya kita pada tujuan.

Bersamamu kini aku tahu. setelah cinta tumbuh, ia akan berkembang. dan untuk mengembangkannya tidak harus dengan pertemuan, kata-kata mesra, atau sebagainya; cukup dengan doa. benar, untuk bergerak cinta butuh jarak.

Satu lagi, tersenyumlah untukku ketika kau sedang bercengkrama dengan-Nya. karena kau tahu, aku begitu menyukai senyum indahmu, Shiny.

Lembayung Senja

Ratusan hari lepas, kau datang bagai sebuah hadiah dari Tuhan. tapi bukan untukku saat ini. aku merasa saat ini dititipkan kau oleh Tuhan, entah untuk siapa, tapi aku merasa bahwa memang cepat atau lambat kau akan pergi, bukan untuk meninggalkanku, justru untuk menjagaku. dan pertanyaannya adalah, apakah kau akan kembali lagi kelak?