Senja dan Kau

Entah mengapa,
Aku selalu jatuh cinta pada setiap potret senja dan laut yang kau tangkap
Terlihat ratusan kali lebih indah menurutku
Potret itu selalu terasa seperti ada hati yang merekah dan senyum yang indah dibaliknya
Yang selalu dapat mebuncahkan rindu kepada senja, deburan ombak, dan kau.

image

Advertisements

Dari Ia yang Penuh Kehangatan

Kupinang engkau dengan Al-Qur’an
Kokoh suci ikatan cinta
Kutambatkan penuh marhamah
Arungi bersama samudra dunia

Jika terhempas di lautan duka
Tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
Jika berlayar di sukacita
Ingatlah tuk selalu syukur padaNya

Hadapi gelombang ujian
Sabarlah tegar tawakal
Arungi samudra kehidupan
Ingatlah syukur pada-Nya

Diantara embun pagi
Dari hangatnya sang mentari,

7 Mei 2016

Melangitkan Doa

Aku mencintaimu..
Aku menyayangimu..
Aku mendoakanmu..
Aku mengagumimu..
Aku memperhatikanmu..
Aku menerimamu..
Aku mendukungmu.

Semua yang terbaik kuberikan untuk kamu. ada yang ingin kamu dengar lagi selain itu? jika ada, mungkin yang ingin kamu dengar adalah aku mau menjadi teman hidupmu.

kamu memiliki ribuan kekurangan, aku tahu itu. tapi tahukah jika kamu memiliki jutaan kelebihan yang selalu kubanggakan? kepada dunia seluruh kehebatanmu kuperkenalkan. dan satu hal yang paling membuatku bangga memilikimu. meski kamu memiliki jutaan karya yang dibanggakan di depan jutaan orang, kamu tetap setia pada satu perempuan – aku.

kamu tahu aku tak sehebat perempuan-perempuan hebat di luar sana. aku tidak cantik, aku belum memiliki banyak bekal ilmu, tetapi di luar kemungkinan yang jauh lebih hebat dari aku, kamu tetap memilihku. bagaimana bisa aku tidak bangga memilikimu?

kamu terlalu sempurna. atau adakah kata hebat yang memiliki arti lebih dari sempurna? jika ada, aku akan menyematkan itu untukmu.

kamu selalu membuatku percaya. jika cinta yang dilangitkan bersama doa, suatu hari ia akan menemukan keajaibannya. kamu selalu mengingatkan, jika di antara kita tidak perlu menumbuhkan rasa khawatir yang berlebihan. karena seluruhnya telah Tuhan aturkan, dan tugas kita hanyalah berjuang untuk direstukan.

sebelum aku kehabisan kata-kata. aku akan mengakhirinya dengan ini. aku akan mencintaimu dengan tenang, meski menujumu harus sejauh bintang. dan atas apa yang kita namakan masa depan, semoga ketika berjuang kita tak menemukan batas kelelahan.

@tausiyahku_
Kontribusi oleh @yiimaaa

Aku Bersama Doaku, Kau Bersama Doamu, dan Kita Bersama Tuhan.

Aku tidak tahu, kira-kira apa yang membuatku jatuh cinta kepadamu, pun aku juga tidak tahu apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku. aku tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku saat ini. satu yang pasti, bersamamu aku benar-benar menemukan sebenar-benarnya aku.

Saat ini, kita tidak berdekatan pun juga tidak berjauhan. kita ada dalam batas yang pas untuk saling mencintai. aku bersama doaku, kau bersama doamu, dan kita bersama Tuhan.

Kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita perjuangkan saat ini. jangan sampai salah satu dari kita kehilangan itu. karena mungkin saja ketika kita kehilangan kesabaran, kita akan benar-benar kehilangan kita.

Tujuan yang mungkin sulit dicapai pasti kita akan sampai, asal kita tetap bersama dan yakin. ingatlah, akan ada hal baru, rencana baru, mimpi-mimpi baru sesampainya kita pada tujuan.

Bersamamu kini aku tahu. setelah cinta tumbuh, ia akan berkembang. dan untuk mengembangkannya tidak harus dengan pertemuan, kata-kata mesra, atau sebagainya; cukup dengan doa. benar, untuk bergerak cinta butuh jarak.

Satu lagi, tersenyumlah untukku ketika kau sedang bercengkrama dengan-Nya. karena kau tahu, aku begitu menyukai senyum indahmu, Shiny.

Lembayung Senja

Ratusan hari lepas, kau datang bagai sebuah hadiah dari Tuhan. tapi bukan untukku saat ini. aku merasa saat ini dititipkan kau oleh Tuhan, entah untuk siapa, tapi aku merasa bahwa memang cepat atau lambat kau akan pergi, bukan untuk meninggalkanku, justru untuk menjagaku. dan pertanyaannya adalah, apakah kau akan kembali lagi kelak?

Apa Warna Hidupmu?

Apa yang kau harapkan takkan selalu jadi kenyataan. Terkadang ketika kau meminta untuk mengubah hitam menjadi putih, kau malah mendapatkan abu-abu.

Karena hidup ini takkkan selamanya berpihak pada kita. Dia terkadang menjauhi kita, memusuhi kita, bahkan terkadang dia mencoba untuk membunuh kita. Dunia ini layaknya sebuah jelemaan pelangi dan hujan ; suatu masa dia buat kita menangis setelah tersenyum, namun tak jarang juga dia buat kita tersenyum setelah menangis.

Diri kita sendirilah yang menentukan ingin menjadi warna apakah kita didunia ini. Dan mungkin dahulu aku memutuskan untuk menjadi abu-abu. Tak hitam, juga tak putih. Sebut saja aku diantaranya.
Terkadang aku merasa menjadi putih, ketika dunia ini cukup damai dan menyenangkan bagiku.
Terkadang juga aku merasa menjadi hitam, ketika semua yang ada didunia ini menjadi monoton. Semuanya sama,tak ada yang menyenangkan. Gelap.
Dan suatu masa akulah sang abu-abu, ketika hitam dan putih itu bergantian dengan cepat. Rasanya dunia ini takpernah berpihak padaku.

Lalu, kau merasa menjadi warna apa didunia ini?

Feb/07/’15

Hujan Dan Teduh

Ada kalanya ketika kita pengen banget nangis, tapi ternyata ga bisa. rasanya kayak ada yg bener bener nahan air mata buat nggak jatuh.

Akhir akhir ini banyak banget kejadian yg bikin hati berantakan dan acak acakan dan apalah itu. semua bermula ketika sifat sok peduli ini membuncah, merasa aku yg paling tahu segalanya tentang dia, tapi ternyata kita lupa bahwa ada satu hal yg seharusnya ga kita lupain, bahwa sebenernya dia punya sejuta topeng. dan yang membuat aku makin benci sama perasaan sendiri adalah, kita nggak tau siapa dia sebenernya.
terkadang datang menjadi A namun tiba tiba berubah menjadi B, entah mungkin esok dia akan menjelma kembali menjadi C, dan seterusnya. Aku makin merasa ragu atas perasaan ini, apa yg membuat dia begitu menarik? mengapa tak dari awal aku menyadari nya? aku terlalu jauh darinya, bahkan untuk sekedar “ada apa?”, aku tak berhak.

Lalu, pernah nggak ngerasain ketika marah, kesel, sedih, tapi kasian, itu nyatu semua? ngebayangin semua itu nyatu aja udah ngeri yah. haha tapi seperti itulah yg sedang berkecamuk dalam dada ini.
ya, its hard to answer the question “What’s wrong?” when nothings right.

Mungkin cinta kita memang seperti hujan dan teduh,
selalu bersama namun takkan pernah bisa bersatu.