Melangitkan Doa

Aku mencintaimu..
Aku menyayangimu..
Aku mendoakanmu..
Aku mengagumimu..
Aku mendoakanmu..
Aku memperhatikanmu..
Aku menerimamu..
Aku mendukungmu.

Semua yang terbaik kuberikan untuk kamu. ada yang ingin kamu dengar lagi selain itu? jika ada, mungkin yang ingin kamu dengar adalah aku mau menjadi teman hidupmu.

kamu memiliki ribuan kekurangan, aku tahu itu. tapi tahukah jika kamu memiliki jutaan kelebihan yang selalu kubanggakan? kepada dunia seluruh kehebatanmu kuperkenalkan. dan satu hal yang paling membuatku bangga memilikimu. meski kamu memiliki jutaan karya yang dibanggakan di depan jutaan orang, kamu tetap setia pada satu perempuan – aku.

kamu tahu aku tak sehebat perempuan-perempuan hebat di luar sana. aku tidak cantik, aku belum memiliki banyak bekal ilmu, tetapi di luar kemungkinan yang jauh lebih hebat dari aku, kamu tetap memilihku. bagaimana bisa aku tidak bangga memilikimu?

kamu terlalu sempurna. atau adakah kata hebat yang memiliki arti lebih dari sempurna? jika ada, aku akan menyematkan itu untukmu.

kamu selalu membuatku percaya. jika cinta yang dilangitkan bersama doa, suatu hari ia akan menemukan keajaibannya. kamu selalu mengingatkan, jika di antara kita tidak perlu menumbuhkan rasa khawatir yang berlebihan. karena seluruhnya telah Tuhan aturkan, dan tugas kita hanyalah berjuang untuk direstukan.

sebelum aku kehabisan kata-kata. aku akan mengakhirinya dengan ini. aku akan mencintaimu dengan tenang, meski menujumu harus sejauh bintang. dan atas apa yang kita namakan masa depan, semoga ketika berjuang kita tak menemukan batas kelelahan.

 

@tausiyahku_
Kontribusi oleh @yiimaaa

Aku bersama doaku, kau bersama doamu, dan kita bersama Tuhan.

Aku tidak tahu, kira-kira apa yang membuatku jatuh cinta kepadamu, pun aku juga tidak tahu apa yang membuatmu jatuh cinta kepadaku. aku tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku saat ini. satu yang pasti, bersamamu aku benar-benar menemukan sebenar-benarnya aku.

Saat ini, kita tidak berdekatan pun juga tidak berjauhan. kita ada dalam batas yang pas untuk saling mencintai. aku bersama doaku, kau bersama doamu, dan kita bersama Tuhan.

Kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita perjuangkan saat ini. jangan sampai salah satu dari kita kehilangan itu. karena mungkin saja ketika kita kehilangan kesabaran, kita akan benar-benar kehilangan kita.

Tujuan yang mungkin sulit dicapai pasti kita akan sampai, asal kita tetap bersama dan yakin. ingatlah, akan ada hal baru, rencana baru, mimpi-mimpi baru sesampainya kita pada tujuan.

Bersamamu kini aku tahu. setelah cinta tumbuh, ia akan berkembang. dan untuk mengembangkannya tidak harus dengan pertemuan, kata-kata mesra, atau sebagainya; cukup dengan doa. benar, untuk bergerak cinta butuh jarak.

Satu lagi, tersenyumlah untukku ketika kau sedang bercengkrama dengan-Nya. karena kau tahu, aku begitu menyukai senyum indahmu, Shiny.

Lembayung Senja

Ratusan hari lepas, kau datang bagai sebuah hadiah dari Tuhan. tapi bukan untukku saat ini. aku merasa saat ini dititipkan kau oleh Tuhan, entah untuk siapa, tapi aku merasa bahwa memang cepat atau lambat kau akan pergi, bukan untuk meninggalkanku, justru untuk menjagaku. dan pertanyaannya adalah, apakah kau akan kembali lagi kelak?

Apa warna hidupmu?

Apa yang kau harapkan takkan selalu jadi kenyataan. Terkadang ketika kau meminta untuk mengubah hitam menjadi putih, kau malah mendapatkan abu-abu.

Karena hidup ini takkkan selamanya berpihak pada kita. Dia terkadang menjauhi kita, memusuhi kita, bahkan terkadang dia mencoba untuk membunuh kita. Dunia ini layaknya sebuah jelemaan pelangi dan hujan ; suatu masa dia buat kita menangis setelah tersenyum, namun tak jarang juga dia buat kita tersenyum setelah menangis.

Diri kita sendirilah yang menentukan ingin menjadi warna apakah kita didunia ini. Dan mungkin dahulu aku memutuskan untuk menjadi abu-abu. Tak hitam, juga tak putih. Sebut saja aku diantaranya.
Terkadang aku merasa menjadi putih, ketika dunia ini cukup damai dan menyenangkan bagiku.
Terkadang juga aku merasa menjadi hitam, ketika semua yang ada didunia ini menjadi monoton. Semuanya sama,tak ada yang menyenangkan. Gelap.
Dan suatu masa akulah sang abu-abu, ketika hitam dan putih itu bergantian dengan cepat. Rasanya dunia ini takpernah berpihak padaku.

Lalu, kau merasa menjadi warna apa didunia ini?

Feb/07/’15

Hujan Dan Teduh.

Ada kalanya ketika kita pengen banget nangis, tapi ternyata ga bisa. rasanya kayak ada yg bener bener nahan air mata buat nggak jatuh.

Akhir akhir ini banyak banget kejadian yg bikin hati berantakan dan acak acakan dan apalah itu. semua bermula ketika sifat sok peduli ini membuncah, merasa aku yg paling tahu segalanya tentang dia, tapi ternyata kita lupa bahwa ada satu hal yg seharusnya ga kita lupain, bahwa sebenernya dia punya sejuta topeng. dan yang membuat aku makin benci sama perasaan sendiri adalah, kita nggak tau siapa dia sebenernya.
terkadang datang menjadi A namun tiba tiba berubah menjadi B, entah mungkin esok dia akan menjelma kembali menjadi C, dan seterusnya. Aku makin merasa ragu atas perasaan ini, apa yg membuat dia begitu menarik? mengapa tak dari awal aku menyadari nya? aku terlalu jauh darinya, bahkan untuk sekedar “ada apa?”, aku tak berhak.

Lalu, pernah nggak ngerasain ketika marah, kesel, sedih, tapi kasian, itu nyatu semua? ngebayangin semua itu nyatu aja udah ngeri yah. haha tapi seperti itulah yg sedang berkecamuk dalam dada ini.
ya, its hard to answer the question “What’s wrong?” when nothings right.

Mungkin cinta kita memang seperti hujan dan teduh,
selalu bersama namun takkan pernah bisa bersatu.

Rindu Itu.

Dear kamu; yg pernah datang ketika Ferbruari membiru.

Apa kabar? Masih ingat aku? ini aku yg dulu kau hempas jatuh ketika sudah terbang mencapai angan tentang mu. atau aku butuh mengenalkan diri lagi kalau kamu memang ternyata sudah melupakan ku; aku Nida.

Selamat bertemu lagi, long time no see ya.
Sekarang kita akan dewasa, aku dan kamu. semakin dewasa kita akan semakin jauh ya? kita akan berpisah, lagi.

Oh iya, Apa kabar bidadari pendamping mu itu? dia makin cantik ya. itu lho seorang wanita yang sangat beruntung bisa kau cintai, hehe aku tau betul kok itu bukan aku. sudah berapa ribu rasa syukur yg wanita itu panjatkan atas anugrah telah mendapatkan cinta mu.
Aku yg belum pernah atau mungkin tidak akan pernah mendapat kesempatan mencicipi rasa manis cinta mu itu; selalu bersyukur, wajah ku sempat terlintas di benak mu saja aku sangat bahagia.

Karena;
Aku tahu diri. aku bukan siapa siapa bagi mu, aku mustahil bagi mu. Aku adalah embun dalam lalap api bagimu; yg tak mungkin ada.
Aku tahu diri. Aku mungkin hanya pengganggu hidup mu saja. yg merengek minta diucapkan selamat tidur oleh bidadara sepertimu.
Aku tahu diri. Aku hanyalah pembuat pening kepala mu, oleh segala khayalan gila ku bersama mu.
Aku slalu tahu diri. Aku yg ingin kau slalu ada untuk ku. walau kenyataan nya kau hanya datang ketika lelah mu membuat ku iba.
Aku akan slalu tahu diri kepada mu, kepada bidadari mu. Seorang wanita yg lebih baik dari pengganggu hidup mu seperti ku ini.

Maaf jika telingamu merasa terngiang sesaat ketika namamu dari kejauhan selalu aku sebut dalam cerita ku ke pada Tuhan.
Maaf jika wajah lembut mu itu harus slalu muncul dalam andai andai ku.
Maaf semua perbuatan ku yg mencoba menarik perhatian mu, yg malah menjadi pendorong perhatian mu untuk makin menjauh dari ku.

Terakhir, aku berterimakasih kau mau datang dan mengizinkan ku untuk mencoret secarik namamu dihati ku yang lapuk.
Sampaikan salam ku untuk wanita paling beruntung di jagad raya ini, selain ibu mu sang ratu ke indahan, yaitu ratu dihati mu sang bidadari yg sekarang menjadi segala nya bagi mu.

Tertanda; Orang yg tak pernah tahan untuk berkata “aku-mencintai-mu“.

Labirin Hampa.

“Ketika tak ada lagi harapan dan tak ada lagi yang bisa diperjuangkan, marilah kita pergi ; untuk mengikhlaskan.”

Artikel ini adalah jawaban dari artikel saya sebelumnya di tittle “Aku, Kamu, dan HTS”. Di akhir artikel itu ada sebuah pertanyaan yang dulu slalu membuat saya terngiang. Tapi sekarang saya sudah dapat jawabannya dari kutipan kalimat di atas.

Ya, ini adalah akhir dari perjuangan saya, menunggu dan menunggu. Tapi apadaya, karena semenyenangkan apapun menunggu pasti terselip rasa sakit, apalagi jika yang ditunggu tak pernah sadar.
Namun jawaban ini tak pernah bisa aku terima, kenapa kamu pergi secepat itu? Kenapa kamu hilang secepat itu? Aku pikir kamu tak akan pergi lama, tapi kenyataan nya: kamu pergi selamanya, dan mulai bahagia bersama ORANG LAIN.

Aku tahu ini memang egois, bahwa aku slalu berharap bahwa bahagia mu itu karena ku, tapi ternyata? Aku hanya nol koma sepersekian persen dari kebahagiaan mu. Sisa nya kamu dapatkan dari orang lain, tapi siapa? Ya, dia temanku. Tapi tunggu, teman? Oh tidak. Tak ada teman yg menusuk dari belakang(:

Lalu aku bisa apa? Aku hanya bisa memandangi mu dari kejauhan, dan mecintaimu dalam diam. Dan aku hanya bisa berdoa atas kebahgiaan mu bersamanya walaupun seberapa sesak nya aku.

Semua perasaan ini tak bisa aku deskripsikan lagi, tapi semuanya seperti dalam lirik lagu Christina Perri – Human :

I can fake a smile
I can force a laugh
I can dance and play the part
If that’s what you ask
Give you all I am

I can do it
I can do it
I can do it

But I’m only human
And I bleed when I fall down
I’m only human
And I crash and I break down
Your words in my head, knives in my heart
You build me up and then I fall apart
‘Cause I’m only human.

Akhirnya aku bisa keluar dari labirin ini
Namun, dijalan keluar itu tak ada kamu
Dan aku tak mungkin masuk kembali kedalam labirin itu.
ya, mungkin ini memang jalan yang benar
Aku bisa pergi kembali tanpa kamu
Karena aku tahu, pintu keluar mu sudah dilalui orang lain.

Radya Adi Nugraha, thank you for all the lessons you gave me.
but please let me still love you, it’s up to if tomorrow you can forget about me.