Ruang Rindu

Ada suatu malam ketika kau tak datang, sepertinya kau masih sibuk dengan banyak hal. Ini sudah lewat jam malam, tapi aku masih terjaga.

Lalu tanpa sengaja, aku menemukan recent call kita di Line, rata rata waktu panggilan nya berdurasi lebih dari 40 menit, bahkan ada yang sampai 2 jam lebih. Dan semuanya terjalin ditengah malam.

Aku mulai termenung, menatap layar handphone cukup lama, hanya melihat recent call itu. Mencoba menggali setiap kenangan, mengingat hal apa saja kah yang saat itu kita bincangkan. Sungguh, aku benar benar mencoba mengingat nya. Sepertinya itu saat saat menyenangkan.

Mengingat masa SMA kita tinggal beberapa hari lagi, yang juga akan jadi perpisahan pertama kita, ruang lingkup kebersamaan kita akan hilang, satu demi satu. Namun sayangnya, hari hari terakhir kita tak cukup baik. Seperti malam ini.

Lalu perlahan tanpa kusadari, rasa rindu mulai menebal, kembali menumpuk. Jika rindu itu bagai lembaran kertas, percaya tidak? tumpukan nya sekarang hampir menyentuh langit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s