Singkat Penuh Makna

Maha suci Allah yang tahu isi hati ini,
Aku sangat berterimakasih, aku bersyukur kepadaNya. Ia yang telah mengingatkan ku kembali akan kau.
Kamu yang dahulu aku relakan, aku lepas, aku ikhlaskan, ternyata Allah tak menghilangkan rasa itu begitu saja, aku terharu ternyata Ia masih menyimpan perasaan itu, dan dengan kuasaNya, Ia ingatkan perasaan itu kembali pada langkah hijrah ku yg masih sangat sangat goyah.

Hingga akhirnya aku sampai pada titik ini. Aku malu padaNya. Baru pada titik inilah aku sadar bahwa Ia bukan lah dengan begitu saja mengingatkan ku akan kamu. Aku baru sadar bahwa Allah justru ingin menguji proses hijrah ku dengan adanya kamu.

Sungguh. Allah Maha sebaik baik pembuat rencana.

Namun akulah yang bodoh, aku lah yg sangat bodoh. Aku yang malah menyalah gunakan rasa ini dengan nafsu. Allah mungkin sedih melihatku. Bahkan aku yang tahu ini salah pun, masih sering menolak bahwa ini salah. Hingga akhirnya kita aku, sampai pada titik ini.

Aku malu pada Allah,
Mungkin pada akhirnya Ia lelah melihatku yang tak kunjung sadar, juga Ia yang terlalu sayang padaku, hingga akhirnya kamu lah yg memutuskan mengakhiri lebih dulu.

Maaf ya Allah, maaf ya Dih.
Dan terimakasih pada akhirnya kau yang mengakhirinya.


Aku bersyukur dan juga sedih. Kenapa itu harus kamu yang menjadi penguji diri ini? Kamu terlalu tinggi derajatnya untuk menguji diri yang begitu rendah ini. Namun ternyata memang hanya kau yang dapat membuka mataku.

My Life has been really really changed since I found you.
Kau yang paling tahu bagaimana aku berusaha keluar dari dunia ku yang kelabu,
kau yang membuka mata ku bahwa dunia ini sangatlah berwarna. Jauh berbeda dari apa yg aku lihat dahulu.
Kau juga yg memperlihatkan padaku bahwa dunia ini juga jahat, dunia ini begitu kejam.
Sering kali aku ingin mundur, namun kau meyakinkan kembali, agar aku harus terus berjalan,
kalau perlu, kita lari bukan?

Sungguh perjalanan itu begitu terjal.
Aku terkadang aneh, kenapa aku bisa sampai pada titik ini? Mengapa aku bisa sebegitu kuat nya ya?
Jujur deh, kamu sebenarnya manusia apa malaikat sih?

Doa yangg sempat aku panjatkan adalah semoga ini tetesan air mata yg terakhir karena kesalahan hati.

Abdirrohman Al-Madani, izinkan aku melepasmu, merelakanmu, dan mengikhlaskanmu satu kali ini lagi.

Haha baru sadar, kok aku yg dulu hati nya masih rombeng banget soal cinta, kenapa bisa kepikiran buat melepaskan perasaan itu ya, kalau diinget inget dulu kenapa ngga aku kejar aja ya. Aneh tapi nyata, kayak udah bener bener Allah memulai rencana ini bukan dari tepat satu tahun yg lalu. Tapi dari kesadaran hati ku bertahun tahun lalu untuk mengikhlaskan mu itu.

Rasanya berat, tapi ringan. Gimana itu ya?
Kayak ada yg bantu buat lepas, kayak bener bener emang tinggal dari aku nya aja gitu ya

Kamu berpesan, agar aku tak usah segan bertanya kabar.
Aku jawab, Mungkin itu gunanya doa. Itu gunanya firasat bukan? Aku berdoa semoga dari manapun dan kapanpun itu aku bisa dapat kabar tentang dirimu selalu.


Kamu tahu? dahulu sekali, aku sempat memandang mu sembari berfikir,

“nanti siapa ya yang bakal jadi istri dia? Orang kayak apa ya? Orang sehebat, secantik, sesempurna apa ya yg nanti akan terlihat cocok bersanding sama orang kayak dia?”

Tak pernah terbayang diri ini bisa sebanding dengamu.Β Tapi mungkin, kalau aku memperbaiki diri lagi dan terus, kelak bisa kali ya sedikit mah terlihat cocok gitu ya?? πŸ™‚

Izinkan aku.
Aku ingin jadi orang yang paling beruntung itu Dih.
Ini seberkas khayalan dan mimpi yang ingin aku ubah menjadi doa dan usaha.

Kau juga sempat memberiku petuah,Β “Satu syarat jadi istri abdih mah dia yg berani gadaikan kehidupan nya yg fana utk dakwah dan abdih :)”


Aku yang selalu cerewet dalam berpesan kepadamu, agar kau jaga kesehatan, kau yang jarang sakit jangan sampe sakit! Jangan ambekan aja wleee, jangan sensian. Tetap jadi orang tersabar yg pernah saya temui ya, yang tak pernah redup senyum dan tawa nya.

Kau pun berpesan, “Iyaaah ndaaaa nida juga terus kan perjuangaan yaah lanjutkan hidup yg singkat ini dengan penuh maknaaaa.Β Nida juga yah jgn gampang nangis wkwkwk jgn suka sakit ih hidup ini singkat loh.Β Hehehe doa abdih itu kau wanita terakhir yg didekati abdih ndaaa :)”


Abdirrohman Al-Madani, tak terhingga ucapan terimakasih dan maaf ku ini untuk mu. Akan apa yang telah engkau bagi dan ajarkan di waktu yg sangat singkat ini.
Aku takkan henti mendoakan mu. Aku tak kan henti memohon untuk keselamatan, kesehatan, dan semangat yg semoga selalu bersamamu kapanpun dan dimanapun itu.

Hanya Allah yg tahu betapa berartinya kamu dih.

Selamat berjuang Abdirrohman,

Selamat berjuang ya mujahid.

Jalan kita, masih sangatlah panjang.Β 


Dan percakapan kita berakhir disini. Salam mu yang begitu menandakan keikhlasan.

Okelaaah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh πŸ™‚

Wa’alaikumsalam warahmatullahhi wabarakatuh, selamat bertemu lagi kelak Abdirrohman, tunggu aku dan perubahan ku ini ya! Jangan pernah berhenti bersinar, my only one sunshine!Β 

Dadaahhh πŸ™‚

Iyaaaah ndaaaaaa akan kutunggu segala kesuksesan mu, kau pun jangan pernah berhenti jadi sumber perubahan, shinyyΒ 

Dadaaaah :):):)

Advertisements